Thursday, November 29, 2012

Perjuangan Ummat Islam Indonesia Yang Sebenarnya

“Ikutilah zaman, yang beredar secepat kilat ! kejarlah waktu, dan janganlah biarkan waktu mengejar-ngejar kita! Gunakanlah setiap saat dan detik untuk menunaikan perang mentegakkan Kalimatillah, dalam bentuk dan sifat apa dan manapun! Ketahuilah! Sekali lampau, ia tidak berulang kembali! Songsonglah kedatangan kembali Imam Plm.T.dengan realisasi M.K.T Nomor 11 ini! Tunjukkanlah bukti patuh setiamu kepada Allah! Kepada Rosululloh SAW.! Dan kepada ulil amrimu, Ulil Amri Islam, tegasnya : Imam-Plm.T.! Itulah jalan Jihad Fi Sabilillah, satu-satunya Sirathal-Mustaqim!”.
 
 
 
 
 
 
1 Vote

1. EKSISTENSI NEGARA
Keberadaan Negara  ditentukan oleh Existensi Pemerintahannya & Pemerintah  merupakan Syarat mutlak  keberadaan Negara
2. KETERKAITAN NEGARA DENGAN PEMERINTAH
  • Pemerintah merupakan team pengurus dari sebuah Negara, karena Negara tanpa adanya Pemerintah, maka Negara akan Vacum karena tidak ada yang mengurus, kalau kepengurusan ini lama tidak berjalan, maka lama kelamaan Negara akan hilang eksistensinya dan lama kelamaan akan bubar karena tidak ada lagi yang mengelola , contoh Negara Islam Demak, Negara Islam Banten, dll.
  • Maju mundurnya sebuah Negara tergantung pengelola pemerintahannya, berkwalitas suatu Negara dilihat dari para pengelolanya, bukan besar kecilnya wilayah atau jumlah warganya.
(lagi…)
 
 
 
 
 
 
1 Vote

Perhatikan sejarah Nabi saw. mengenai orang-orang yang disusupkan ke pihak musuh. di antaranya:
1)    Sewaktu Perang Khandak, ketika tentara Islam dikepung oleh tentara musyrikin gabungan dari beberapa Qobilah yang dipimpin oleh bangsa Quraiys, yang dibantu oleh kaum Yahudi dari Bani Nadhir yang telah mengingkari perjanjian dengan pihak muslimin. Sehingga tentara sekutu yang sudah berkali lipat jumlahnya daripada tentara muslimin itu semakin lebih kuat lagi dengan ditambah perbekalan dari kaumYahudi. Dalam keadaan terjepit itu  datang seorang  yang bernama Nu’aim mengajukan usul agar dirinya diberi izin  oleh Nabi berangkat mendatangi para pemimpin Yahudi, juga para pemimpin Quraiys, dengan tujuan supaya diantara  kedua golongan yang bersatu itu timbul ketidakpercayaan sehingga masing-masing pihak membatalkan perjanjian bersekutu. Usulan Nu’aim  itu diterima oleh Nabi Saw, dan hal itu dilaksankan. “Rasulullah meminta kepadanya supaya ia menyembunyikan keislamannya. Kemudian Nabi berkata kepadanya: ”Cobalah sebarkan bibit perpecahan kedalam pasukan sekutu itu, sehingga mereka meninggalkan kita. Peperangan itu ialah tipu muslihat”[1] 
(lagi…)
 
 
 
 
 
 
1 Vote

Alhamdulillah, calon yang tercantum dalam MKT No.11 Tahun 1959
pasca Imam SM Kartosoewirjo dieksekusi pada September 1962, waktu itu
masih ada KUKT yaitu Abdul Fatah Wirananggapati (AFW). Beliau dalam
sejarahnya tertangkap pada 2 Mei 1953 di Jakarta setelah kembali dari Aceh
mengangkat Tgk. Muhammad Daud Beureueh sebagai Panglima Wilayah V
Divisi TII Cik Di Tiro, dan beliau sempat 15 hari tinggal bersama Tgk.
Muhammad Daud Beureueh.26 Dalam buku Peristiwa berdarah di Aceh,
Meuraxe Dada, merupakan bukti sejarah yang benar bahwa Abdul Fatah
Wirananggapati adalah KUKT.27 Perlu dipahami bahwa sebelum SMK
(Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo) mengangkat AFW sebagai KUKT, telah
diutus seorang kurir yang bernama Mustofa Rasyid yang mempunyai tugas
menyampaikan amanat kepada Tgk. Muhammad Daud Beureueh dengan
membawa dokumen perjuangan NKA-NII. Kurir tersebut memperoleh surat
jalan tahun 1952 dari Nawawi Dusky (wakil ketua GPII). Mustofa Rasyid
berangkat ke Medan pada bulan April 1952 dan tertangkap di Sumatera Utara
pada bulan April 1953.28 Jadi, sebelum AFW tertangkap, terlebih dulu Mustofa
Rasyid tertangkap dan tersita pula beberapa dokumen yang berhubungan
dengan Tgk. Muhammad Daud Beureueh.29 Pernyataannya Aceh telah
menjadi wilayah bagian Negara Islam Indonesia, bukanlah dalam kondisi
rahasia, melainkan secara terbuka, terdapat sebagian komandan dan prajurit
TNI mengikuti jejak Tgk Muhammad Daud Beureueh hingga melepaskan
seragam TNI dan diganti dengan seragam Tentara Islam Indonesia (TII).
Diberitakan “bahwa di dalam peristiwa Aceh ini banyak bupati meninggalkan
posnya, dan masih belum diketahui kemana mereka pergi”. 30 Adanya
keterangan, bahwa Mustofa Rasyid adalah kurir yang diutus oleh SMK, maka
merupakan bukti bahwa Abdul Fatah Wirananggapati yang selama ini
dianggap hanya sebagai kurir adalah suatu kesalahan. untuk itu penting
dipertegas, bahwa Mustofa Rasyid bukanlah Abdul Fatah Wirananggapati. (lagi…)
 
 
 
 
 
 
1 Vote

Mari kita perhatikan kembali bunyi hadits Ibnu Mas’ud:
الجمعة : من كان على الحق ولو كان واحدا
“Al-Jama’ah itu siapa yang berada di atas haq walaupun sendirian.”
Yang disebut Haq dalam NII ialah Qur’an dan Hadits Shohih sebagai hukum tertinggi bagi Negara Islam Indonesia. Adapun Republik Indonesia berdasarkan Pancasila sebagai musuhnya bagi NII dalam arti wujud kebathilan di negeri ini. Jadi didalam NII bahwa struktur kepemimpinan yang dimunculkan oleh musyawarah yang orang-orangnya diangkat oleh yang sudah terlebih dulu mengakui Pancasila, baik itu dengan Ikrar Bersama-nya maupun dengan pembuatan makalahn Pancasila sehingga membenarkan Pancasila, maka struktur kepemimpinan demikian itu bukanlah merupakan Al-Jama’ah yang sebenarnya.
Ingat ! Apabila sekedar adanya pemimpin dan banyak orang yang dipimpinnya, juga hasil mufakat musyawarah, maka hal itu tidak bisa disebut Al-Jamaah. Sebab, kalau sekedar begitu sungguh banyak yang menamakan diri Al-Jamaah dan hasil mufakat musyawarah, walau struktur kepemimpinan mereka diangkat oleh yang sudah terlebih dulu mengakui Pancasila.
(lagi…)
 
 
 
 
 
 
1 Vote

Penelusuran ini dimulai ketika penulis bertemu dengan seseorang yang mempertanyakan tentang siapa sebenarnya “orang tua itu” (kita sebut aja Bapak utk menghormati beliau), sehingga bisa hadir  menyaksikan Imam Awal di Pengadilan RI, juga bisa melihat seorang Kolonel TNI menyodorkan lembaran Ikrar Bersama, padahal keadaan sa’at itu sangat ketat, jangankan orang lain, sedangkan pihak keluarga Imam pun tidak bisa. Jadi, hal itu harus dikonfirmasikan kembali. Mendengarkan hal itu maka hati PENULIS tergerak untuk menemui Pak Bapak yang sudah empat tahun PENULIS tidak bertemu dengan beliau.
Sesudah berjumpa dengan Bapak maka terjadi tanya jawab mengenai bagaimana cara atau prosesnya sehingga Bapak bisa bertemu langsung dengan Imam Awal pada tahun 1962. Akhir dari tanya jawab itu PENULIS membawa beberapa catatan. Namun, dari memperhatikan isi catatan itu PENULIS masih penasaran, karena merasa masih ada yang harus ditanyakan. Sehingga pada tanggal 5 Juni 2012 PENULIS berangkat kembali. Beserta lima orang sebagai saksi dan bila ada di antaranya yang ingin pula bertanya  serta menyiapkan alat rekaman. Semua yang sebelumnya sudah ditanyakan  maka diulangi kembali. Kesimpulan dari semua penjelasan beliau, yaitu:
(lagi…)
 
 
 
 
 
 
5 Votes

Bermula dari pemahaman atas syahadah
Kalau kita perhatikan dalam Al Quran, para Nabi yang diutus Allah ke muka bumi ini pada intinya menyerukan dua hal, di mana hal yang kedua merupakan perwujudan dari hal yang pertama; yakni seruan untuk takwa kepada Allah dan taat kepada pembawa risalah.
Sebagai contoh seruan Nabi Nuh as : “Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku[1].” Demikian juga halnya dengan Nabi Hud as[2], Nabi Shaleh as[3], Nabi Luth as[4], dan Nabi Syu’aib as[5], kesemuanya menyeru dengan seruan yang sama : “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thaghut itu.’ “ (lihat Q.S. An Nahl (16) : 36) (lagi…)
 
 
 
 
 
 
2 Votes

Menyoal Kedaulatan Negara
Berbicara tentang mempertahankan berdirinya sebuah negara[1], maka tidak lepas daripada polemik syarat tetap adanya sebuah negara, yang wajib dipertahankan seluruh rakyatnya tadi. Banyak khurafat pemikiran yang berkembang dikalangan muslimin, bahwa; ‘syarat’ adanya sebuah negara adalah : adanya [1] pemerintah, [2] rakyat dan [3] wilayah yang dikuasainya. Sehingga dengan praanggapan demikian, maka manakala sebuah negara kehilangan teritorialnya, maka dengan serta merta mereka mengatakan bahwa negara itu hilang dengan sendirinya. Pendapat ini mengenaskan, membunuh semangat kepahlawanan, dan memberi peluang pada musuh untuk memutlakkan kemenangan perangnya. Ternyata secara ilmiah harus dibedakan antara syarat “adanya” sebuah negara, dengan syarat “kemampuan” sebuah negara untuk “mencapai tujuannya” dan “hadir sebagai sosok pribadi” dalam hubungan internasional.
(lagi…)
Arti bangsa dalam Arti Etnis dan Politik      
 Bila disini disebutkan kata bangsa, yang dimaksud bukanlah bangsa dalam arti etnis,dimana identifikasi bangsa tadi diletakan pada warna kulit, bentuk tubuh ataupun bahasa. Tetapi bangsa yang dimaksud adalah bangsa dalam arti politik dimana identitas kebangsaan itu diidentifikasi oleh ideologi, dan hukum yang ditegakkan didalamnya.
Walaupun kata “bangsa” sudah demikian akrab di telinga kita, tapi saya merasa bahwa hari ini kita harus ungkapkan kembali definisinya secara jelas. Seperti diungkapkan dalam pidato Dies Prof Ernest Renan tahun 1882, dan ini pula yang dijadikan referensi ketika Mr Muhammad Yamin berpidato dalam Kongres Pemuda 1928. Dalam pidato nya yang berjudul Qu’est ce cu ‘une nation? Yang berarti Apakah Bangsa itu, Prof Ernest Renan mengatakan : “Marilah kita mencoba untuk bertindak teliti dalam soal soal yang sulit ini, kekeliruan yang paling kecil, yang mengenai arti kata kata , yang dibuat pada peremulaan keterangannya, akhirnya dapat menyebabkan penyesatan (pendapat) yang paling membahayakan[1].” (lagi…)
Sabar adalah akhlak utama yang mendapat perhatian yang begitu besar di dalam Al-Quran, baik semasa makiyyah maupun semasa madaniyah[1]. Jumlahnya ada lebih dari 70 tempat[2]. Ini mengandung makna bahwa baik dimasa-masa sulit seperti semasa makiyyah maupun kondisi islam Berjaya semasa madaniyah kedua-duanya memerlukan kesabaran.
Sabar, secara lughowiyah (menurut bahasa) berarti menahan dan mengekang. Sedang menurut istilah Al-Quran sabar berarti menahan diri atas sesuatu yang tidak disukai karena mengharap ridho الله (QS. 18:28 ; QS. 13:22). Lawan dari sabar adalah jaza’u yaitu sedih atau berkeluh kesah (QS. 14:21).
(lagi…)
Intelijen berasal dari kata intelegence yang artinya kecerdasan atau bisa juga berarti keterangan yang bersifat rahasia[1]. Dalam takaran Negara intelijen berarti kecerdasan didalam mengendalikan keterangan rahasia agar tetap terpelihara tegaknya sebuah system Negara. Sesederhana apapun Negara tersebut, tetap membutuhkan ‘telinga’ dari intelijen. Lebih-lebih bagi bagi Negara-negara yang sedang berjuang, maka tidak hanya badan  intelijen resmi yang dibentuk pemerintah saja yang diperlukan tetapi setiap individu, setiap rakyat, setiap warga Negara harus memiliki kepekaan Intelijen ini. Maksudnya  bahwa setiap warga Negara harus menyadari bahwa dalam kondisi “aman” sekalipun harus ada tindakan antisipasi yang sudah dipikirkan. Karena itu meskipun dirinya ‘berbeda’ dengan masyarakat sekitar (QS. 25 : 52-53), tidak ada salahnya bergaul secara dekat dengan mereka (QS. 41 : 34) dengan tujuan menyerap informasi yang  الله انشا berfaedah bagi Negara (QS. 40 : 28 & QS. 41 : 34 & 23 : 96).
(lagi…)
Masyarakat merupakan bentukan dari ideology sebuah Negara. Pada Negara yang berhaluan komunis, maka secara otomatis terbentuk masyarakat komunis. Tidak peduli apakah di dalamnya ada orang islan, orang Kristen atau agama lain. Demikian pula halnya pada Negara pancasila, meskipun sebagian besar penduduknya beragama islam tetapi karena ideologi yang dianut masyarakat tersebut adalah ideology pancasila. Maka masyarakat yang terbentuk secara otomatis dinamakan masyarakat pancasila. Sehingga karena merupakan masyarakat pancasila sadar tidak sadar setiap aktifitas yang dilaksanakan di dalamnya dengan sendirinya semakin memperkuat kedudukan pancasila sebab tidak satupun kehidupan berbangsa di Negara pancasila ini kecuali di dalamnya ada nafas pancasila. Sebagai contoh, dalam lapangan industry, pancasila Nampak dalam bentuk HIP (Hubungan Industrial Pancasila). Dalam lapangan agama-agama pancasila mengajarkan “toleransi” yang ditafsirkan dalam ujud kebersamaan di dalam melaksanakan ibadah seperti perayaan natal bersama atau buka puasa bersama. Bahkan di dalam membangun masjid yang diselenggarakan oleh nagara, masjid tersebut mempunyai cirri khusus dimana tulisan الله  ‘dibelenggu’ oleh segi lima sebagai symbol pancasila. Seolah-olah hendak mengatakan bila perlu ‘kepentingan’ الله  pun harus dibatasi agar tidak keluar dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yaitu pancasila itu sendiri. Dalam lapangan pendidikan, pancasila menjadi pelajar PPkn atau yang dulu disebut PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Dan dalam bidang politik, pancasila merupakan ideology yang harus dipertahankan. Terbukti dengan kewajiban setiap kontestant pemilu untuk tetap mempertahankan ideology pancasila meskipun partai tersebut berasaskan Islam. (lagi…)
Seorang Mujahid seharusnya mampu membagi waktunya secara proporsional menjadi 4 bagian. Yang pertama adalah waktu yang ia sisihkan untuk Robbnya. Yang kedua adalah waktu yang dia sisihkan bagi dirinya. Yang ketiga bagi keluarganya dan yang keempat adalah waktu yang ia pergunakan bagi kepentingan jihad.
Waktu bagi Robbnya bisa antum baca pada kesadaran – 2 yaitu kesadaran Ibadah. Sedangkan waktu yang kedua yaitu waktu yang ia peruntukan bagi dirinya adalah waktu-waktu yang bisa dimanfaatkan oleh Mujahid untuk memandaikan diri. Gambaran konkritnya bisa antum baca pada kesadaran – 1 : Kesadaran Ulul Albab. Sedangkan waktu yang ketiga yaitu waktu yang antum harus sisihkan bagi keluarga bisa antum ikuti pada tulisan kali ini. (lagi…)
Setiap Mujahid hendaknya berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan dirinya dari hasil tangannya sendiri. Dalam QS 78:11 “Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan”, menunjukkan bahwa الله telah memberikan peluang waktu agar manusia berusaha memenuhi penghidupannya di muka bumi. Disamping itu, dengan berusaha di muka bumi ini sang Mujahid memiliki kesempatan untuk bisa berlaku seutuhnya. Sebab ia mengetahui bahwa penggalangan dana sebelum futuh lebih tinggi derajatnya di sisi الله (QS 57:10). (lagi…)
Dalam kehidupan seorang Mujahid disuatu Negara, ia memiliki dua tugas utama sekaligus yaitu tugas Mujahid sebagai warga Negara dan tugas Mujahid sebagai penduduk suatu Negara. Sangat penting bagi Mujahid untuk mampu membedakan pada tugas yang mana ketika ia berada disuatu tempat. Sebab, jika Mujahid tidak mampu membedakannya dikhawatirkan akan terjadi kerancuan dalam berjuang. Ia tidak bisa membedakan antara harus berbuat sesuatu dengan tidak perlu berbuat sesuatu. (lagi…)
Seorang Mujahid haruslah menyadari bahwa negaralah yang menshibghah ummat yang ada di dalamnya, bukan seperti perkiraan banyak orang bahwa ummatlah yang menshibghah Negara. Jadi sesungguhnya warna ummat atau rakyat suatu Negara ditentukan oleh warga Negara itu sendiri. Pada sebuah Negara yang berwarna komunis tentu saja akan terbentuk masyarakat komunis. Demikian pula halnya pada Negara sekuler, sudah barang tentu masyarakat yang tercipta adalah masyarakat sekuler meskipun di dalamnya ada orang-orang islam yang taat. Bahkan meskipun jumlah penduduk muslim di Negara tersebut mencapai 80% akan tetapi karena Negara tempat mereka tinggal adalah Negara sekuler otomatis kehidupannya akan berwarna sekuler. (lagi…)
Perlu disadari bahwa tipe perjuangan Mujahid adalah perjuangan yang terstruktur. Bershaf-shaf sesuai dengan posisinya masing-masing. Setiap Mujahid hendaknya memahami dan mengetahui posisinya sendiri-sendiri. Sebab sebagaimana malaikat yang mengatur alam semesta ini. Mereka juga dalam kondisi bershaf-shaf, berjenjang, sehingga seperti itu malaikat bertasbih (QS 37:164-166). Sama halnya dengan antum yang Mujahid yang mengemban amanat (QS 33:72) untuk mengatur bumi dengan aturan islam (QS 21:105) maka antum tidak akan disebut bertasbih kalau tidak berstruktur seperti malaikat yang berstruktur didalam memakmurkan alam jagad raya ini. Untuk mengalahkan system islam, system kafirpun berstruktur (QS 8:7) karna itu janganlah antum terkalahkan oleh mereka lantaran tidak berstruktur.
(lagi…)
Di dalam QS 17:78-82, secara tersirat tahapan kemenangan Islam sebagai system dimulai dari kemenangan ruhiah (QS. 17:78-79), kemudian kemenangan structural (QS. 17:80-81), dan tahap berikutnya adalah kemenangan hukum Islam (QS. 17:82). Jadi, pasti tidak “nyunnah” mengharapkan kemenangan secara kaffah (QS. 2:208), manakala kemenangan ruhiah belum diraih. Karena itu seorang Mujahid hendaknya senantiasa memperhatikan aspek ibadahnya. Ia harus berusaha agar ibadahnya bernilai ibadah “Shohihah” yaitu ibadah yang memiliki dasar secara structural : Al-Qur’an, Hadits Sholih, dan Keputusan Pemerintah.
Seorang Mujahid harus piawai dalam persoalan-persolaan kaidah ibadah. Ia seyogyanya mengerti betul hukum-hukum yang berkenaan dengan ibadah yang dilakukannya. Jangan sampai ibadah yang dilakukannya atas dasar sangka-sangka sebab persangkaan tidak akan bermanfaat bagi kebenaran (QS. 53:28). Jangan pula ibadah tadi melampaui batas-batas yang telah ditetapkan Rosul (QS. 49:1) dan jangan pula ibadah yang dikerjakannya karena mengharap pujian manusia sebagaimana orang munafik melakukannya (QS. 4:142). Jadi, ibadah seorang Mujahid adalah ibadah yang tidak sekadar berhenti dikerongkongan tetapi harus tembus ke jantung hatinya (QS. 4:43). (lagi…)
Wahyu yang pertama turun kepada Rosululloh SAW adalah lima ayat pertama dari surat Al-‘Alaq. Kelima ayat ini turun mendahului ayat-ayat syari’at, hijrah, dan jihad serta hukum-hukum islam lainnya. Wahyu pertama ini seolah-olah ingin memberi pelajaran kepada manusia bahwa sebelum manusia menerima secara utuh Al-Islam maka sikap pertama yang harus dimilikinya adalah kemampuan beriqra yaitu kemampuan untuk membaca dengan seluruh indrawi yang telah الله anugerahkan kepada dirinya.
Arti Iqra yang sesungguhnya adalah mengumpulkan yang terserak sehingga memberi makna. Jadi kalau pengertian iqra dikaitkan dengan membaca maka iqra berarti mengumpulkan serakan huruf sehingga memberikan makna dan berdaya guna. Di QS. 62:2-3, الله berfirman “Dialah الله yang telah membangkitkan di antara orang-orang ummi seorang Rasul dari kalangan mereka yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, mensucikan dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya dalam kesesatan yang nyata. Dan juga kepada orang-orang lain yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (lagi…)
Orang yang bersungguh-sungguh hendak merealisasikan cita-citanya melalui perjuangan yang gigih disebut dengan Mujahid. Ada dua macam kegigihan, yaitu melalui kegigihan di jalan الله dan kegigihan di jalan thogut (QS. 4 : 76). Karena itu Mujahid juga terbagi menjadi dua kelompok : Mujahid di Jalan الله dan Mujahid di jalan Thogut. Kedua belah pihak sama-sama berjuang dengan sungguh-sungguh baik dengan harta, nyawa maupun dengan dirinya sendiri demi tercapainya tujuan yang telah dicanangkan masing-masing. Keduanya secara structural tidak akan menjadi satu walaupun secara kekerabatan satu darah (QS. 58:22). Karena itu masing-masing kelompok ini akan saling bahu membahu, saling memperkuat diri. Semakin kuat dirinya, semakin eksis, semakin lemah dirinya semakin tenggelam ditelan sejarah. Pada kondisi seperti ini, maka kemenangan atau kekalahan tidak diukur dari siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi diukur dari kesolidan struktur masing-masing. Semakin terorganisir, semakin memiliki peluang untuk bisa mengalahkan. Ali ra, pernah berkata: “Kebatilan yang terorganisir akan mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir”. (lagi…)
Ada beberapa taktik pembasmian gerakan Ummat Islam yang dilakukan oleh thoghut la’natulloh, antara lain:
1)      Taktik Main Yoyo
Pemerintah thoghut dengan secara diam-diam dan sangat rapih melemparkan gagasan melalui kekuatan militer spionase kepada ulama, mujahid, Ummat Islam yang vokal yang diperkirakan ekstrim untuk membuat rencana gerakan subversi/ terorisme terhadap pemerintah. Taktis ini digunakan pemerintah untuk “mengumpan kawan-kawan ulama, mujahid, ummat islam yang vokal yang belum diketahui pasti”.
Bila telah diketahui pasti, semua kawan-kawannya mereka ditangkap dan dijebloskan ke penjara sebagai tawanan politik..  (lagi…)
Sebelumnya silakan klik 3 langkah dibawah ini agar lebih bisa dipahami:
1) http://abuqital1.wordpress.com/2010/02/05/sepuluh-langkah-kafirin-dalam-membasmi-dan-menumpas-ummat-islam-melalui-kebebasan-membuat-institusi/
2) http://abuqital1.wordpress.com/2010/02/09/sebelas-langkah-kafirin-dalam-membasmi-dan-menumpas-tokoh-islam-ulama-melalui-teori-penjinakkan-dan-pembunuhan-ulama-islam/
3) http://abuqital1.wordpress.com/2010/02/09/lima-belas-langkah-kafirin-dalam-membasmi-dan-menumpas-mujahidin/

TAHAP PELUMPUHAN DAN PENGUASAAN KEKUATAN ISLAM DAN UMMAT ISLAM
1)      Langkah Kesatu
Pertahankan dan perketat agar Ummat Islam tetap berada dalam berbagai institusi (Negara, Orpol, Ormas, Yayasan, bergerak diberbagai aspek, bekerja diberbagai perusahaan seperti BUMN, swasta nasional, swasta asing serta pabrik industri) yang bekerja dengan jam kerja yang panjang dan bersip-sip sehingga mereka sulit berkumpul dan bersatu, terutama disiang hari. (lagi…)

Hidup adalah Perjuangan

Jika Alloh menghendaki ia mampu menampilkan surga di depan matamu.
Jika Alloh menghendaki ia sanggup menghapus masalah-masalah dalam hidupmu serta membinasahkan semua musuh-musuh mu.
“Namun jika demikian adanya, Apa mulianya para penghuni surga?”
Tidak ada yang mengharapkan itu terjadi kecuali Orang-Orang yang tidak memahami hakikat Kemualiaan dan Perjuangan.
Tidak ada yang mau meyelisihi ketetapan Alloh kecuali mereka yang tidak memahami Arti sebuah Kebijakan (lagi…)
Serpihan
Nii  di indonesia
Sebelum membaca bagian ini, tenangkanlah pikiran anda, bebaskan hati kita dari keberpihakan pada selain Alloh, pasrahkan diri ini sepenuhnya pada hukum Alloh, agar kelak diri kita  menjadi jiwa yang tawakal pada Alloh, sesungguhnya kebenaran hanya ada pada Alloh, maka setialah pada kebenaran, tak peduli seburuk apapun seseorang membicarakan masa depan orang-orang yang setia pada Nabi Muhamad shalallohu Alaihi wasalam, Sesunggunya seburuk apapun sebuah ramalan ia, tidak akan mengalahkan ketawakalan seorang hamba pada Alloh.
Semoga Alloh mempersatukan kita dengan di dipostingnya jurnal ini
Mari kita buka bab ini dengan sebuh catatan CeDSoS
BIN
-
Dalam catatan diatas anda tidak menemukan nama MYT (lagi…)
PENETAPAN KOMANDEMEN TERITINGGI
ANGKATAN PERANG NEGARA ISLAM INDONESIA (APNII)
AWAL RAMADHAN, ‘IEDUL FITHRI DAN ‘IEDUL ADHA 1432 H
DAN ‘AMALIYAH RAMADHAN LAINNYA

Menimbang     : bahwa sehubungan telah datangnya bulan Ramadhan tahun 1432 H dimana pelaksanaannya sangat ditentukan oleh waktu sesuai fenomena alam (ketetapan Alloh), oleh karena itu sebagai wujud pertanggungjawaban Negara atas warganya dalam melaksanakan syari’at Alloh maka dipandang perlu adanya penetapan waktu pelaksanaan Ramadhan. (lagi…)
Bismillahirrohmanirrohim
Amanat Imam/ Plm.T. KT. APNII
Dalam Menyambut Ramadhan 1432 H

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, dimana pada tahun ini masih bertemu dengan syahru riyaadhah. Kita berharap kepada Alloh Subhanahu wa Ta’aaalaaa, semoga dimampukan oleh-Nya untuk menjalankan syari’at Ramadhan dengan penuh hikmah dan maghfiroh, sehingga tiap-tiap kita lulus dalam mengikuti pendidikan yang diselenggarakan Alloh secara langsung dengan nilai terbaik. Dan pada Ramadhan tahun ini, marilah kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan spiritualitas kita, sehingga kita memiliki mentalitas yang cukup dalam menunaikan jihad yang telah jatuh pada hokum wajib ‘ain di masa kini. Ingatlah! Bahwa shaum Ramadhan merupakan pendidikan langsung yang diselenggarakan Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa, dimana sasaran dari pendidikan ini bahwa setiap mukmin supaya mampu mencapai derajat muttaqin, semoga Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa mengabulkannya, amiin. (lagi…)
(Arrahmah.com) – Allahu Akbar! Syaikh Usamah bin Ladin resmi dinyatakan telah syahid oleh forum jihad Syumukh al Islam. Statemen resmi ini disampaikan oleh Pimpinan Umum Tanzhim Qoidatul Jihad, yang lebih dikenal dengan Al Qaeda, melalui media Islam Al Fajr. Statemen ini baru dirilis di forum jihad Syumukh al Islam sekitar sejam yang lalu. Klik Disini
Oleh karena itu sikap seorang Muballigh, Mujahid dan Muwahhid: Selalu tegar dalam Jihadnya
dan harus senantia istiqomah menjalankan perintah Alloh ‘Azza wa Jalla dengan semaksimal kemampuan berusaha.

Kabar Gembira Bagi Orang-orang yang sabar.
“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (Al Baqoroh[2]:155)
Kita yang mengaku seorang Mukmin yang Muballigh, Mujahid dan Muwahhid serta berada di dalam kehidupan Alam Jihad sudah semestinya paham bahwa dalam berjihad itu menuntut kesabaran yang menyeluruh. Alloh ‘Azza Wa Jalla akan mencukupkan pahala tanpa batas. (lagi…)
A. IDENTITAS TERDAKWA

  • Nama Lengkap: “Firaun Ala Indonesia”
  • Tempat, Tanggal Lahir  : Jakarta, Hari 17 Bulan 8 Tahun 05.
  • Umur                 : Tidak jelas (apakah 1905 atau 2005 atau memang 05, yang jelas bukan        1945 karena tidak ada angka 45).
  • Agama              : Demokrasi (Islam, kristen, Hindu, Budha, Konghucu melebur jadi satu).
  • Pekerjaan        : Memusuhi dan Menghancurkan Penegakkan Hukum Alloh Subhanahu wa Ta’alaa dimuka bumi.
(lagi…)
A. HAKEKAT SYAHADATAIN

Dari bagan diatas maka kita dapat mengetahui bahwa hakekat syahadat adalah ikrar/ persaksian seorang Muslim terhadap keesaan Alloh (توحيد اللّه) yang membentuk: (lagi…)
Yaitu hal-hal yang membatalkan Islam, karena dua kalimat syahadat itulah yang membuat seseorang masuk dalam Islam. Mengucap-kan keduanya adalah pengakuan terhadap kandungannya dan konsisten mengamalkan konsekuensinya berupa segala macam syi’ar-syi’ar Islam. Jika ia menyalahi ketentuan ini, berarti ia telah membatalkan perjanjian yang telah diikrarkannya ketika mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut.
Yang membatalkan Islam itu banyak sekali. Para fuqaha’ dalam kitab-kitab fiqih telah menulis bab khusus yang diberi judul “Bab Riddah (kemurtadan)”. Dan yang terpenting adalah:
(lagi…)
A. SYARAT SYAHADAT “LAA ILAAHA ILLALLAH”
Bersaksi dengan laa ilaaha illallah harus dengan tujuh syarat. Tanpa syarat-syarat itu syahadat tidak akan bermanfaat bagi yang mengucapkannya.
1) Ilmu, yang menolak kebodohan ( اَلْعِِلْمُ الْمُنَافِى لْلْجَهْلِ), Qs. 47:19/ 3:18/ 43:86
Artinya memahami makna dan maksudnya. Mengetahui apa yang ditiadakan dan apa yang ditetapkan. Dengan Ilmu maka seorang muslim harus menolak kebodohannya. Dengan didasari Ilmu maka akan timbul keyakinan (Al Yaqin)
(lagi…)
Sebelumnya mari perhatikan gambar dibawah ini:
A. RUKUN SYAHADAT “LAA ILAAHA ILLALLAH”
Laa Ilaaha Illallah mempunyai dua rukun yakni “Laa Ilaaha” dan Illallah”.
(lagi…)
Karena banyaknya permintaan tentang penjelasan syahadatain dan juga masih ada sebagian orang yang menyepelekan bai’at maka pengelola blog ini mencoba menguraikannya yang diambil dari berbagai sumber.
Pertama kali yang akan diuraikan adalah tentang syahadatain yang berisi makna, rukun-rukunnya, syarat-syaratnya dan konsekwensi serta yang membatalkannya.
A. PENGERTIAN SYAHADAH ((تَعْرِيْفُ الشَّّّهَادَةِ)
Syahadah (شَهَادَةٌ) menurut bahasa adalah:
  1. Sumpah (24:8)
  2. Saksi (4:5)
  3. Nyata (59:22)
  4. Hadir (2:185)
  5. Bersama (74:5)
B. PEMAHAMAN SYAHADAT “LAA ILAAHA ILLALLOH” (تَفْهِيْمُ لاََ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ)
Surat Muhammad (47) ayat 19 (lagi…)
KHUTBAH DALAM RANGKA TADZKIROH KE 63 APNII (bag 2)
Para pejuang Islam di masa lampau, mereka telah berusaha maksimal dengan sebesar-besar taqwa dan sesempurna-sempurnanya tawakkal ‘alallah. Mereka telah purna tugas atas kewajiban yang dipikulkan kepada pundaknya. Kini, melanjutkan perjuangan untuk tegaknya Negara Islam Indonesia ada pada kita. Maka barangsiapa yang berbuat baik (jihad), sesungguhnya kebaikan itu untuk menghindarkan dirinya dari ancaman neraka jahannam dan kemuliaan hidup di dunia.
Untuk sempurnanya jihad fi sabilillah sehingga datangnya pertolongan dan kemenangan kepada Umat Islam Bangsa Indonesia, maka kita dalam menjalani perjuangan ini harus sesuai dengan mabda dan minhaj yang digariskan oleh nash dan telah diuswahkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
(lagi…)
Bismillahirrohmanirrohim
KHUTBAH DALAM RANGKA TADZKIROH KE 63 APNII (bag 1)
Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, kita bersyukur kepada Allah SWT bahwa pada masa kita hidup masih mendapati kesempatan berjuang untuk tegaknya Negara Islam Indonesia, sehingga hukum Islam berlaku dengan seluas-luasnya. Kesempatan ini merupakan peluang emas bagi Umat Islam Bangsa Indonesia untuk mengunduh amal terbaik dengan mengorbankan jiwa, raga dan nyawa sehingga di yaumul akhir memasuki jannah tanpa hisab. Inilah jalan bagi mujahid yang berharap ridho Allah dan syahid dalam sabilillah.
(lagi…)
Bismillahirrohmanirrohim
MUHASABAH KE 63
ANGKATAN PERANG NEGARA ISLAM INDONESIA
“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.” (Huud:116)
(lagi…)
Bismillahirrohmanirrohim
Bulan Ramadhan… Hari demi harinya adalah rentang waktu lipatan pahala yang tak ada batasnya. Jam demi jamnya adalah rangkuman kasih sayang Allah swt kepada hamba-hamba-Nya. Menit demi menitnya adalah hembusan angin surga yang begitu menyejukkan.
Detik demi detiknya adalah kesempatan yang tak ternilai dibandingkan seumur hidup kita. Maka, mengagendakan aktifitas selama bulan Ramadhan menjadi sangat penting. Disiplin dan hati-hati menjalani hari-harinya harus menjadi tekad dalam hati semua hamba Allah swt yang menghendaki maghfirah dan hidayah-NyaBerikut ini adalah contoh bagaimana kita melewati hari demi hari yang penuh kemuliaan itu.
Dengan mengikuti kebiasaan dan perkataan Rasulullah, para salafusholih dan juga para ulama yang begitu menyadari kemuliaan Ramadhan, Semoga Allah swt menguatkan kita untuk menjadi alumni Ramadhan yang berhasil. (lagi…)
Sila ke-2 Butir ke-1:
Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban antara sesama manusia
Maknanya adalah tidak ada perbedaan di antara mereka dalam status derajat, hak dan kewajiban dengan sebab dien (agama), sedangkan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Katakanlah: Tidak sama orang yang buruk dengan orang yang baik, meskipun banyaknya yang buruk menakjubkan kamu”. (Al Maaidah: 100)
(lagi…)
Sila ke-1 Butir ke-1:
Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang beradab
Ya, beradab menurut ukuran isi otak mereka, bukan beradab sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Contoh: Ada orang yang murtad dari Islam, lalu ada muslim yang menegakkan hukum Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dengan membunuhnya, maka orang yang membunuh demi menegakkan hukum Allah ini jelas akan ditangkap dan dijerat hukum thaghut lalu dijebloskan ke balik jeruji besi.
(lagi…)
Inilah 15 tipu daya kafirin untuk membasmi dan menumpas Mujahidin

1) Langkah Kesatu
Dekati para Mujahid dengan cara tak kentara misalnya pura-pura menjadi Mujahid atau simpatisan perjuangan Islam.

2) Langkah Kedua
Masuklah kedalam gerakan dan komando mereka tanpa mencurigakan. Deteksi dan catat data kekuatan personil, markas dan rencananya.

3) Langkah Ketiga

Tawarkan diri untuk berjuang bersama untuk meyakinkan penyidikan sebagai bahan untuk mengungkit dan mengintrogasi. (lagi…)
1) Langkah Kesatu
Hindarkan dan cegah ulama Islam membagi wilayah binaan ummat dan dorong mereka untuk berebut ummat, pendukung dan simpatisan dalam wilayah yang tak terbatas sehingga tidak jelasbagi mereka tentang tugas, wewenang dan tanggungjawabnya. (lagi…)
1) Langkah Pertama
Peluncuran teori Demokrasi.
Desak semua Negara untuk menganut teori demokrasi. Dengan Negara yang menganut teori demokrasi maka akan terbentuk “Parlementer”, dengan system parlementer maka ummat islam akan bersaing memperebutkan “kekuasaan keputusan Negara dengan Non Islam”.
2) Langkah Kedua
Pemberian kebebasan kepada Ummat Islam untuk membuat “Organisasi Politik (Orpol)”. Dengan diberikannya kebebasan membuat Organisasi Politik maka ummat Islam bisa bersaing dengan sesamanya demi untuk kemenangan “Orpol” dan “melupakan” kemenangan Islam dan Ummat Islam. Dengan demikian ummat Islam pecah dan cakar-cakaran dengan sesamanya karena “orpol” yang dibuatnya.
(lagi…)
E. MEREALISASIKAN TAUHID RUBUBIYYAH, MULKIYYAH, ULUHIYYAH DAN ASMA WA SHIFAT DI INDONESIA
Bagi pembaca yang mau membaca artikel ini hendaknya terlebih dahulu baca artikel yang ada di link ini:
Pada tataran aplikasi tauhidulloh di Indonesia semenjak jatuhnya masa kekhilafahan maka  sebenarnya ummat Islam bangsa Indonesia telah merealisasikannya sejak tanggal 12 syawal 1368 H bertepatan 7 Agustus 1949. Wujud realisasi tauhidulloh tersebut adalah:
(lagi…)
Sebelum menjelaskan, memang dalam kitab tauhid yang dikenal adalah Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma Wa Shifat. Adapun Tauhid Mulkiyyah jarang sekali ada dalam pembahasan kitab Tauhid. Bagi yang ingin memahaminya silakan cari sendiri dan download materi kitab tauhid, salah satunya klik saja disini.
Sekali lagi pengelola blog ini tidak akan berdebat panjang soal “Tauhid Mulkiyyah” ini apakah suatu perkara bid’ah atau tidak. Yang jelas dalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang menerangkan “Tauhid Mulkiyyah” melalui kata “Mulk”, “Malik” dan perobahan kata lainnya. Artikel ini berisi uraian yang bersifat aplikasi.
(lagi…)
Istilah “Virus” sengaja dibuat untuk menjawab alasan-alasan klasik yang sering terdengar dalam medan perjuangan NII. Virus-virus tersebut ada yang berasal dari internal dan juga ekternal. Virus-virus tersebut sebagai akibat dari kekalahan perang NII dengan RI. Silakan baca dan pahami hujjah pemerintah NII dalam masa perang terhadap virus tersebut.
a. Virus “Internal”
  1. NII dalam masa “HUDAIBIYAH”.
  2. IKRAR BERSAMA bukan kemauan hati mereka, tetapi siasat perang.
  3. Pemimpin NII sedang di sirrkan (tersembunyi)
  4. Yang penting berjuang, Urusan Pemimpin Belakangan saja nanti juga datang sendiri.
  5. Imam SMK memerintahkan menyerah. dan baca juga disini
  6. NII terpecah-pecah
  7. Tentang Prajurit Petit yang harus sanggup menjadi Imam
  8. Jika disebut nama NII langsung kepada KW 9 Az Zaitun. khusus yang ini sebenarnya bukan NII akan tetapi buatan RI yang dibikin oleh Ali Murtopo.
b. Virus “Eksternal” (lagi…)
A. PENGERTIAN HIJRAH (lagi…)
A. PENGERTIAN “AD DIIN”
(lagi…)
A. Dari manakah kita memulai Islam (berdinul Islam)…?
Pertanyaan diatas seklilas sederhana tetapi tidak sesederhana untuk menjawabnya. Contoh sederhana, banyak orang-orang yang mengaku Muslim tetapi perbuatannya tidak mencerminkan seorang Muslim. Di KTP mengaku Islam tetapi sehari-hari tidak sholat, suka mabok, main judi dan sejenisnya. Itu sebabnya dari manakah seseorang untuk memulai keislamannya…?
(lagi…)
Sebagaimana telah dipahami bersama bahwa roda perjuangan NII didasarkan pada konstitusi yang berlaku yakni Qonun Asasi, Stafrecht dan Pedoman Darma Bakti (PDB) yang berisi MKT-MKT yang ditandatangani oleh Imam NII.
Berbicara perjuangan NII maka kita pada saat ini meneruskan (estapeta) program perjuangan NII hasil konferensi Ciasyong Tahun 1948. Untuk saat ini Pemerintah NII dalam masa perang (masa berjuang) telah merumuskan Tahapan Jihad (Marhalah Jihad).
(lagi…)
Kita telah mengetahui bahwasannya System Demokrasi atau “Agama Demokrasi” yang telah dibangun oleh “Negara AS” beserta sekutu salibis lainnya sedang berkuasa. Selain itu juga mereka membuat system pluralisme, liberalisme, komunisme, sosialisme dan kapitalismenya untuk menunjang agama demokrasi tersebut. Mereka berupaya untuk memajukan peradaban dunia dengan system liberalis dan ekonomi kapitalisnya. Namun apa yang terjadi, mereka telah gagal membangun Peradaban Dunia yang maju dan sejahtera. Malahan justru sebaliknya mereka semuanya telah merusak kehidupan dibumi. Mulai dari masalah pengangguran sampai kehidupan sosial lainnya bahkan sampai pelestarian alam dan sumber daya alamnya sudah dirusak oleh mereka. Itulah fakta yang terjadi ketika orang-orang kafir sedang berkuasa.
Bandingkanlah ketika Islam sedang berkuasa, pengangguran tidak ada bahkan harta yang ada di Baitul Mal menumpuk karena sudah tidak ada lagi ummat Islam yang memerlukannya. Pelestarian alam dan Sumber daya alam pun terpelihara dan terjaga dengan baik, tidak ada kerusakan di bumi. Singkatnya sudah tercipta “Baldatun Thoyyibatun wa robbun Ghofur”. Itulah fakta yang terjadi ketika Ummat Islam sedang berkuasa.
Berkenaan dengan itu marilah kita pahamilah firman Alloh SWT. dibawah ini:
(lagi…)
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan”. (QS. 90:10)
1) Al Haq melawan Al Bathil
(lagi…)
POIN KEDELAPAN
“Semoga Alloh berkenan membenarkan pernyataan bai’at saya ini, serta berkenan pula kiranya ia melimpahkan tolong dan kurnianya atas saya sehingga saya dipandaikannya melakukan tugas suci ialah hak dan kewajiban tiap-tiap Mujahid, menggalang Negara Kurnia Alloh Negara Islam Indonesia”. Amin!
Do’a yang termaktub dalam poin kedelapan ini adalah satu sikap kepasrahan dan ketundukan warga bai’at, bahkan diatas segala usaha/ perjuangan, kesuksesan dan keberhasilannya bukan semata-mata karena kedigdayaan dan kekuatan yang ada, tetapi semata-mata karena Alloh SWT.
(lagi…)
POINT KETUJUH
“Saya sanggup menerima hukuman dari Amri saya sepanjang keadilan hukum Islam bila saya ingkar daripada bai’at yang saya nyatakan ini”.
Kata “Saya sanggup menerima hukuman” adalah realisasi dari firman Alloh SWT. dalam Al Quran Surat An Nisa (4) ayat 64-65:
(lagi…)
POIN KEENAM
“Saya sanggup membela Komandan-komandan Tentara Islam Indonesia dan Pemimpin-pemimpin Negara Islam Indonesia daripada bahaya, bencana dan khianat dari mana dan apapun jua”.
Kata “Saya sanggup membela” adalah sikap yang semestinya diberikan oleh seorang warga kepada pemimpinnya, prajurit kepada komandannya dan itu merupakan ciri yang khas penegak risalah para rosul-rosul sebagaimana disabdakan oleh Rosululloh SAW.
(lagi…)
POINT KELIMA
“Saya tidak akan berkhianat kepada Alloh, kepada Rosululloh dan kepada Komandan Tentara serta Pemimpin Negara dan tidak pula akan membuat noda atas Ummat Islam Bangsa Indonesia”.
Dalam kata “Saya tidak akan berkhianat” artinya seorang warga bai’at tidak boleh melakukan hal-hal atau perkara yang menjurus kepada pengkhianatan, dalam format ini telah diizinkan oleh Alloh SWT. dalam Al Quran Surat Al Anfal (8) ayat 27:
(lagi…)
POIN KE EMPAT
“Saya akan taat sepenuhnya kepada perintah Alloh, perintah Rosulullah dan perintah Ulil Amri saya dan menjauhi segala larangannya dengan tulus dan setia hati”.
Kata “Saya akan taat sepenuhnya” adalah realisasi dari perintah Alloh SWT.  dalam Qs. An Nisa:49
(lagi…)
POIN KETIGA
“Saya sanggup berkorban dengan jiwa, raga dan nyawa saya serta apaun yang ada pada saya, berdasarkan sebesar-besar taqwa dan sesempurna-sempurna tawakkal ‘alallah, bagi:
a.    menegakkan kalimatillah – li I’lai kalimatillah, dan
b.    mempertahankan berdirinya Negara Islam Indonesia hingga hukum syari’at Islam seluruhnya berlaku  dengan seluas-luasnya dalam kalangan Ummat Islam Bangsa Indonesia di Indonesia”.
(lagi…)
POIN KEDUA
“Saya menyatakan bai’at ini sungguh-sungguh karena ikhlas dan suci hati, lillahi ta’ala semata-mata, dan tidak sekali-kali karena sesuatu diluar dan keluar daripada kepentingan Agama Alloh, Agama Islam dan Negara Islam Indonesia”.
Kalimat “karena ikhlas dan suci hati” merupakan dua kata yang saling menguatkan dimana keikhlasan tidak dapat dimiliki kecuali oleh orang-orang yang berhati suci. Namun dengan penggabungan dua kata tersebut (ikhlas dan suci hati) belum dapat disaksikan atau dinilai oleh indra manusia mengingat kedua-duanya tidak nampak atau berwujud. Karenanya dipertegas lagi dengan kalimat “lillahi ta’ala semata-mata”, artinya bai’at yang dinyatakan atau diikrarkan hanya karena Alloh. Walaupun demikian masih perlu adanya pembuktian secara kongkrit mengingat kalimat lillahi ta’ala dimaksud masih bersifat abstrak, untuk itu dilanjutkan dengan kalimat “tidak sekali-kali karena sesuatu diluar dan keluar dari pada kepentingan Agama Alloh, Agama Islam dan Negara Islam Indonesia”.
(lagi…)
POIN KESATU dalam Bai’at NII
“Saya menyatakan bai’at ini kepada Alloh dihadapan dan dengan persaksian Komandan Tentara/ Pemimpin Negara yang bertanggungjawab”.

Kalimat “Saya menyatakan bai’at ini kepada Alloh; (lagi…)
Memperhatikan dan menghayati format klausul bai’at yag terdiri dari 9 (sembilan) poin yang diawali dengan kalimat muqoddimah yaitu “basmalah, tawakkal ‘alallah dan syahadatain”, mengandung suatu pelajaran dan hikmah yang sangat dalam dan luas, diantaranya sebagai berikut:
(lagi…)
Berbicara tentang bai’at bukanlah sesuatu yang baru bagi Warga Negara Islam Indonesia baik makna secara bahasa ataupun secara istilah, mengingat dalil-dalil dalam Al Quran itu begitu jelas sebagai landasan hokum tertinggi. Implementasi dan realisasinya telah diatur dalam undang-undang NII yaitu dalam PDB II – MKT no. 6 Thn 1950. Dari itu dalam bulan ini pengelola blog khusus akan membahas tentang Bai’at NII beserta konsekwensinya.
Adapun penghayatan bai’at yang dimaksud dalam judul ini adalah suatu upaya dari tiap-tiap warga bai’at secara maksimal, untuk memahami dan mendalami kandungan bai’at yang telah diikrarkannya dengan segala konsekuensinya.
(lagi…)
Wasiat Imam S.M. Kartosuwiryo pada pertemuan dengan para panglima/prajurit (Mujahid) pada tahun 1959 diantaranya bebunyi “Saya (Imam) melihat tanda-tanda bencana angin yang akan menyapu bersih seluruh mujahid kecuali yang tinggal hanya  serah/biji mujahid yang benar2 memperjuangkan /mempertahankan tetap tegaknya Negara Islam Indonesia sebagaimana diproklamasikan tanggal 7 Agustus 1949. Disaat  terjadinya bencana angin tersebut ingatlah akan semua wasiat saya ini :
(lagi…)

No comments:

Post a Comment